SUWARNABUMI
SEMUA YANG TERJADI AKAN BERCERITA
Tulisan Terbaru
Berkunjung
Sebuah Fiksi Mini BerkunjungHari jumat, di temani cuaca yang sedang bersahabat dan bunga- bunga mekar di halaman belakang. Si sulung dan si bungsu bersiap-siap. Berbekal doa dan kenangan, mereka pergi berkunjung ke rumah bapak.
Disudut Kota Tua
Sebuah Fiksi Mini Disudut Kota TuaDisudut gang-gang kota tua, anak itu melirik sinis orang-orang yang lalu lalang. Berbaju lusuh, kurus kering seperti tulang dibalut kulit. Permasalahan utama dirinya, perutnya kosong seperti halnya hatinya.
Keluh kesah si kecoa
Kecoa makhkuk tuhan, Senantiasa berdoa berharap balasan. Mengudap sisa2 pangan. Sesekali ia bercanda dengan lalat, mengaharap hilangnya beban yang sudah teramat. Kecoa makhluk tuhan. Mencairkan keluh kesah dihadapan-NyaBertanya, mengapa ia ada? Tetapi kecoa tetap kecoa. Bukan kupu-kupu yang berwarna indah. Kecoa makhluk tuhan,Tinggal diselokan-selokan kota. Berharap keadilan datang. Kaki-kakinya bergetar tak karuan. Tidak ada kudapan…
