Kecoa makhkuk tuhan, Senantiasa berdoa berharap balasan. Mengudap sisa2 pangan. Sesekali ia bercanda dengan lalat, mengaharap hilangnya beban yang sudah teramat. Kecoa makhluk tuhan. Mencairkan keluh kesah dihadapan-NyaBertanya, mengapa ia ada? Tetapi kecoa tetap kecoa. Bukan kupu-kupu yang berwarna indah. Kecoa makhluk tuhan,Tinggal diselokan-selokan kota. Berharap keadilan datang. Kaki-kakinya bergetar tak karuan. Tidak ada kudapanLanjutkanLanjutkan membaca “Keluh kesah si kecoa”