Keluh kesah si kecoa

Kecoa makhkuk tuhan, Senantiasa berdoa berharap balasan. Mengudap sisa2 pangan. Sesekali ia bercanda dengan lalat, mengaharap hilangnya beban yang sudah teramat. Kecoa makhluk tuhan. Mencairkan keluh kesah dihadapan-NyaBertanya, mengapa ia ada? Tetapi kecoa tetap kecoa. Bukan kupu-kupu yang berwarna indah. Kecoa makhluk tuhan,Tinggal diselokan-selokan kota. Berharap keadilan datang. Kaki-kakinya bergetar tak karuan. Tidak ada kudapanLanjutkanLanjutkan membaca “Keluh kesah si kecoa”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai